Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akal Makhluk Keren Bernama Manusia



Suatu waktu pernah saya disuruh 'berpikir'. Tetapi apa yang saya dapati? Bingung mau mikir apa.

Lalu, saya melihat pemandangan sekitar. Begitu indah.

Lalu, saya mengetuk-ketuk dengan telunjuk tangan ke kepala sebelah kanan.

Saya diam sejenak.

Apa saya sudah berpikir?

Pemandangan di sekitar saya bisa indah bukan terjadi begitu saja.

Ada yang menciptakan pemandangan indah itu. Ada yang membuat pikiran saya berpikir. Tentu saya bisa melihat pemandangan itu karena memiliki mata.

Semua sistem di jagat raya ini tidak terjadi begitu saja. Pasti ada yang menciptakan dan menggerakkan.

Ketika takdir dalam kehidupan ini bisa kita pilih. Sudah tentu yang terbaik yang kita pilih. Tetapi sedikit dari kita yang berpikir.

Kadang saya berpikir untuk bertindak, itu karena saya memiliki akal. Cuma, akal manusia baru bisa mendefinisikan dan mendeskripsikan.

Untuk tahu kebenaran dan mendekati kebenaran, ada Islam di situ. Agama yang mengatur tentang kehidupan di dunia.

Saya masih belajar. Saya masih berpikir. Sembari terus mengajak orang-orang berbuat baik, sembari menghindari dan men-zero-kan perbuatan maksiat, saya masih terus berpikir.

Pilihannya dua.
1. Taubat dan taat, atau
2. Hijrah dan istiqomah.
Galih Setio Utomo
Galih Setio Utomo Guru. Blogger.

20 komentar untuk "Akal Makhluk Keren Bernama Manusia"

  1. Mantappu jiwa,keren,bisa buat pelajaran hehe
    Kalimat"nya keren kaya guru :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo serius gini lagi nulis.

      Kalo ngajar HL agak dibuat have fun dong.

      Hapus
    2. Ya pak. Orang yang biasanya have fun,Kalo serius,serius banget.bahkan orang ngira klo kita lagi bener" serius mereka anggap lagi becanda,becanda,dan becanda.


      Hiya hiya hiya hiya

      Hapus

  2. Masyaalloh....
    Tabarrokalloh....
    Toyib

    BalasHapus


  3. Assalamualaikum..

    Menurut mayang si pak kedua nya sama-sama berat, tapi lebih berat lagi beristikomah karena perlu ilmu dan arahan yang dapat meneguhkan hati supaya tidak kembali lagi ke jalan yang salah ­čśŐ.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam. Ya, pentingnya beriman kepada Allah menjadi pondasi diri agar jauh dari kemungkaran.

      Hapus
  4. Taubat dan taat, atau Hijrah dan istiqomah.

    BalasHapus
  5. awal dari ketenangan
    adalah mengingat Allah
    dan awal dari kebahagiaan
    adalah percaya pada-Nya

    BalasHapus
  6. Masyaa Alloh....menurut saya hijrah dan Istiqomah dulu ....KL udah begitu insyaa Alloh kita selalu berfikir yg positif...

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

  8. Kelas:5B
    Abseb:7

    Kalo menurut saya agama adalah kunci dari iman seseorang
    Muslim pak,klo di suruh pilih saya lebih memilih taubat dan taat pak karna saat kitaa sudah niat bertobat insyaallah alloh akan memberikan hidayah untuk kita tetep istiqomah dalam berhijrah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Se7 banget sihh.
      Tumben bener wkwkw canda.

      Hapus

Mari bergabung dengan 46.355+ pembaca blog ini